Jawaban singkatnya: bisa, dan justru itu strategi paling sehat.
Jawaban bijaknya: asal tahu peran masing-masing.
Aku jelaskan dengan tenang.
Ya, bisa. Tapi jangan disamakan fungsinya.
- Marketplace bukan lawan Simpeltoko.
- Marketplace adalah “pintu masuk”, Simpeltoko adalah “rumah pulang”.
Cara berpikir yang benar
Marketplace = mesin traffic
Marketplace itu kuat di:
- Pengunjung yang sudah siap beli
- Pencarian produk
- Transaksi cepat
Tapi:
- Mereka bukan milikmu
- Mereka datang karena platform, bukan karena brand kamu
Simpeltoko = mesin aset
Simpeltoko itu kuat di:
- Membangun kepercayaan
- Membangun brand
- Menyimpan relasi jangka panjang
- Mengumpulkan customer loyal
Strategi paling ideal (yang jarang diajarkan)
🔁 Pola “Tarik – Bangun – Amankan”
1️⃣ Tarik di marketplace
Kamu jualan normal di Shopee / Tokopedia
2️⃣ Bangun di Simpeltoko
Arahkan pembeli untuk:
- Repeat order
- Lihat katalog lengkap
- Dapat edukasi / cerita brand
- Konsultasi via WhatsApp
3️⃣ Amankan di Simpeltoko
- Repeat order tidak lagi tergantung marketplace
- Margin lebih sehat
- Brand kamu makin kuat
Marketplace untuk dikenal.
Simpeltoko untuk diingat.
Contoh praktik sederhana
Tanpa melanggar aturan platform:
- Sertakan brand story yang konsisten
- Gunakan nama toko yang sama
- Bangun komunikasi personal setelah transaksi
- Arahkan repeat order ke toko resmi (Simpeltoko)
Bukan memindahkan paksa, tapi memberi alasan.
Kesalahan yang sering terjadi
❌ Mengandalkan marketplace saja bertahun-tahun
❌ Tidak punya “rumah” sendiri
❌ Ketika akun kena limit, bisnis ikut berhenti
Bisnis yang sehat harus tetap hidup meski satu pintu ditutup.
Kapan sebaiknya mulai Simpeltoko?
Jawaban filosofisnya:
Bukan saat kamu sudah besar,
tapi saat kamu ingin bertumbuh dengan aman.
Semakin cepat kamu punya aset sendiri,
semakin kecil risiko di masa depan.
Penutup
Marketplace itu ramai,
Simpeltoko itu tenang.
Yang satu membuat kamu bergerak cepat,
yang satu membuat kamu bertahan lama.